ada apa di tanggal tersebut?
Bagi para pecinta sepak bola terutama yg memang fans sepak bola garis keras, sebenernya sudah mengetahui apa yg terjadi di hari tersebut, beda dengan fans musiman, wabil khusus suka bola ketika lingkungan sekitarnya juga sedang menggandrungi sepak bola, seperti saat euro ataupun piala dunia.
fans macam itu secara istilah kasar bisa di sebut sebagai fans tai.
kenapa tai? ya, karena Tai itu terbawa arus (istilah jawanya "ngeli") mau di bawa kemanapun ikut, ga punya pendirian hahahaha.
Tapi kembali lagi ke Topik, saya tidak akan membahas tentang rupa-rupa jenis fans sepak bola.
terlalu buang waktu untuk mengurusi kelucuan orang-orang semacam itu.
lantas apa?
Leicester City adalah subyek yg akan saya transformasikan dari sebuah fenomena menjadi tulisan.
yap, Leicester city adalah sebuah klub sepak bola dari tanah Britania yg baru saja menjuarai Premier League musim 2015/2016.
terdengar asing kan? memang, karena mereka adalah tim dari segunda division/ championship yg musim lalu baru saja promosi ke liga utama.
terlihat gila, dan sedikit ajaib untuk ukuran tim yg baru saja 2 tahun promosi namun langsung bisa menjuarai Liga Inggris, Liga yg di sebut sebagai Liga terbaik Dunia, selain persaingan ketat, di liga ini juga para bintang sepak bola dunia paling banyak alias padat, untuk saling adu sikut untuk memeperebutkan title mahkota juara.
Leicester city sendiri memastikan gelar kemenangan, setelah bertarung sengit di papan atas klasemen dengan tottenham hotspur, menduduki posisi 1 dan 2, kedua tim ini mempunyai jarak 7 poin di pekan yg menyisakan 3 pertandingan lagi.
Leicester memiliki 76 point dari hasil 35 kali mereka bertanding, sedangkan spurs 35 kali bertanding mereka mendapatkan 69 point.
untuk mengunci gelar, leicester harus menang di pekan ke 36, dan yg menjadi lawan mereka adalah Manchester United.
sayang sekali di hari itu, tuan Rumah memaksa Leicester bermain imbang 1-1, dan berbagi point sama rata juga 1-1.
itu artinya menyimpulkan, Leicester masih bisa Juara di pekan 36 asalkan Tottenham tumbang atau minimal seri, Tottenham akan melakoni pertandingan ke 36 atau 1 hari berikutnya melawan Chelsea .
dan perkiraan dari banyak media ternyata tepat, di hari itu Tottenham seri melawan Chelsea, mereka yg hanya bisa memperoleh 1 point gagal memperketat jarak dg The Foxes.
akhirnya leicester resmi menjuarai Liga primer dengan point 77 di pekan ke 36, terpaut 7 point dari spurs yg tinggal memiliki sisa 2 pertandingan.
Lantas bagaimana kisah mereka?
History : Tim ini di dirikan tahun 1884, dengan nama klub Leicester Fosse, yang kemudian pada tahun 1919 diganti dengan Leicester City.
Tim yg juga sering akrab di sapa sebagai The Foxes ini pertama kali Promosi Ke Liga utama yaitu pada musim 1996/1997, setelah sebelumnya berjuang dari 0, berawal dari tingkat terendah Liga Inggris kemudian masa pasang mewarnai perjalanan panjang mereka.
mulanya Emile Heskey muda akhirnya menjejakkan kaki di Premier League, bersama dua pemain senior Steve Claridge dan Tony Cotte. Leicester yang ditangani Martin O’Neil, mengalami empat tahun yang cukup baik sebagai tim papan tengah.
Mereka finis di antara posisi 9 dan 13, termasuk dua kali memenangi Piala Liga, memberi mereka tiket ke kompetisi yang dulu bernama UEFA Cup (kini Liga Europa).
Emile Heskey pernah dikenal sebagai salah satu striker Liverpool, namun debut profesionalnya dimulai dari Leicester.
Heskey adalah produk akademi Leicester City, yang naik ke tim utama pada 1995.
Sukses bersama Leicester, Liverpool membelinya dengan nilai transfer £11 juta pada 2000, dan memecahkan rekor transfer.
Setelah ditinggal Heskey, musim 2001/2002 menjadi bencana bagi Leicester.
Mereka finis di posisi terakhir, terlempar ke Divisi Satu (kini Championship).
Mereka hanya memenangi lima pertandingan di sepanjang musim, kalah 20 kali dan hanya mencetak 30 gol.
Empat manajer datang dan pergi selama satu tahun yang penuh bencana.
Micky Adams membawa Leicester finis sebagai runner up Divisi Satu, dan mendapat promosi lagi ke Premier League pada musim 2003/2004.
Namun, bencana belum berakhir, the Foxes hanya finis di posisi 18 dan kembali lagi ke Championship.
Micky Adams dipecat.
Selama tiga musim selanjutnya, Leicester terpuruk dengan hanya finis di posisi 15 (2004/2005), 16 (2005/2006), dan 19 (2006/2007) di kasta kedua liga Inggris itu.
Setelah tiga musim tertahan di Championship, suporter tidak mengira ada bencana lebih buruk yang bisa terjadi. Mereka hanya menang 12 kali dari 46 pertandingan di musim 2007/2008, sehingga harus turun lagi ke kasta ketiga, League One.
Gol tidak menjadi masalah bagi Leicester, saat memulai kehidupan di kasta ketiga sepakbola Inggris.
Di bawah penanganan Nigel Pearson, the Foxes mencetak 84 gol, dan hanya kalah empat dari 46 pertandingan untuk memenangi League One.
Mereka pun kembali ke Championship.
Kembalinya Leicester, disertai performa yang cukup kuat. Mereka finis posisi lima di musim 2009/2010, tapi kembali turun ke posisi 10 lalu sembilan di dua musim berikutnya.
Musim 2012/2013 Leicester finis di posisi enam, tapi gagal dalam play-off untuk promosi ke Premier League.
Musim 2013/2014 jadi awal kebangkitan Leicester.
Mereka memenangi 31 pertandingan dan menjadi juara Championship, lalu kembali ke Premier League.
Performa cukup kuat, seolah menjelaskan dari mana kekuatan pemain-pemain bagus Leicester, yang tidak populer sekarang ini.
Tapi, di musim pertama mereka kembali ke Premier League, setelah satu dekade berjuang di level bawah, berjalan tidak mulus. Mereka hampir kembali terjerumus ke Championsip, walau akhirnya mampu bertahan, dengan susah payah finis di posisi 14 pada akhir musim.
Loncat Jauh yg mengukir sejarah itupun terjadi !
Claudio Ranieri yang ditunjuk sebagai manajer awal musim ini, bercerita bahwa pemilik klub, Vichai dan putranya Aiyawatt, berencana membuat Leicester jadi klub lebih baik di Premier League.
Namun, mereka sudah siap menghadapi risiko terburuk yaitu degradasi.
“Saya tidak menduga ketika menandatangani kontrak bahwa pada Desember kami akan berada di puncak klasemen atau menjuarai Liga dengan Kasta tertinggi di Negri ratu elisabet tsb.
Dua hal sangat fantastis buat saya,” kata Ranieri, menyebut tentang sikap pemilik klub.
Hal luar biasa pertama adalah keinginan pemilik klub, untuk membuat Leicester tetap bertahan di Premier League dalam dua musim ke depan.
Selanjutnya adalah berusaha naik ke peringkat lebih baik, Jadi tidak ada keinginan muluk dari sang pemilik.
“Hal fantastis lain adalah saat putranya bertanya pada saya, jika situasi menjadi buruk (degradasi), apakah saya bersedia tetap bersama mereka di Championship. Saya katakan, ya, saya akan tinggal di sini (Leicester),” ujar Ranieri.
Menurutnya, sikap pemilik klub, ayah dan putranya, memperlihatkan keseimbangan.
Mereka punya harapan, tidak penuh omong kosong, ditambah dengan komitmen dan dukungan terhadap manajer.
mungkin Mengatur strategi dengan tanpa beban Adalah satu rahasia mereka mampu menjadi yang nomer satu.
lalu selain pelaih italiano Ranieri, siapa lagi sosok vital di balik keberhasilan mereka menyabet gelar juara?
* Ryad mahrez, Riyad Mahrez merupakan seorang pemain sepakbola asal Aljazair kelahiran Prancis, mengawali karirnya di Quimper untuk kemudian bergabung dengan Le Havre pada 2010.
Di Le Havre ini, Mahrez bertahan hingga tiga setengah tahun walau kerap hanya mendapatkan tempat di tim yang bermain di kasta kedua liga Prancis, sebelum akhirnya bermain di Inggris bersama Leicester City di tahun 2014.
Setelah bergabung bersama Leicester yang
kala itu masih bermain di divisi Championship (setingkat dibawah
Premier League), Mahrez menyetujui penandatanganan kontrak berdurasi 3
setengah tahun dan melakukan debutnya 25 Januari 2014 dengan masuk
sebagai pemain penggati atas Lloyd Dyler saat berhadapan dengan
Middlesborough.
Musim kedua bersama Leicester barulah
Mahrez mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak, secara total
Mahrez mengemas 3 gol dari 19 penampilannya di liga Inggris kasta kedua
tersebut sekaligus membantu the foxes promosi ke premier league.
Usai piala dunia yang berujung
kekecewaan untuk Mahrez bersama tim nasional Aljazair akibat tidak
diturunkan sebagai pemain inti.
Mahrez berkonsentrasi untuk membela
klubnya Leicester City di liga utama Primer Inggris.
menjadi pemain terbaik liga inggris versi PFA, dan menjuaraai premier league yg seperti juga teamnya,untuk pertama kalinya. incredible season !!
*Jamie Vardy, di balik ketajaman leicester musim ini, ada sosok yg sangat sentral di lini depan, ia adalah jamie vardi, pesepak bola berusia 29 tahun tersebut tlah banyak mencetak gol cantik yg membantu teamnya menjuarai liga inggris.
Namun, sebelum karier Vardy meroket seperti sekarang ini, ia harus merangkak dari divisi bawah untuk bisa bermain di Liga Primer.
Bahkan ia pun pernah menyatakan bahwa ia hampir menyerah di sepakbola karena kariernya tak kunjung membaik.
Bahkan Vardy sendiri tak pernah menyangka bahwa kariernya bisa sebaik ini.
Di masa lalu, ia hanya berkarier di divisi terbawah Liga Inggris.
Vardy sempat mengutuk nasibnya yang membuatnya dilepas dari akademi Sheffield Wednesday pada usia 15 tahun.
Alasan akademi melepaskan Vardy saat itu karena tubuhnya dianggap terlalu kecil untuk anak-anak usia 15 tahun.
Namun Vardy berusaha keras untuk mempercepat pertumbuhannya.
Ia sempat rehat sejenak dari sepakbola untuk fokus pada perkembangan pertumbuhannya untuk lebih tinggi lagi.
Setelah hampir setahun tak bermain sepakbola, ia bergabung dengan salah satu akademi di Rotherham.
Dari situ ia mendapatkan kesempatan bergabung dengan Stocksbridge Park Steel, kesebelasan kecil di kota pinggiran Sheffield.
Gajinya yang sebesar 30 poundsterling per pekan dirasa tak cukup bagi kehidupannya sehari-hari.
Ia bahkan saat itu bekerja juga di sebuah pabrik pembuat serat karbon.
Hal ini bisa ia lakukan karena ia berlatih dua kali dalam seminggu dan hanya bertanding pada akhir pekan.
siapa yg tau dengan masa depan seseorang?
yah, sejak bergabung dengan leicester serta ikut berjuang bersama melewati masa -masa sulit, siapa sangka jamie vardy menjadi idola baru bagi premier league.
lahir sebagai pecundang tumbuh sebagai seorang pemenang seperti layak di tujukan kepada vardy.
sikap pantang menyerah, dedikasi, konsistensi dan kerja keras selama ini yg dia perjuangkan berbuah hasil manis. selamat vardy !
* lalu siapa lagi pemain yg menjadi kunci bagi leicester city untuk mengunci piala premier league, ada nama drink water dan juga andy king, dan juga semua skuat, staf kepelatihan yg bersatu dalam kekompakan bahu membahu membangun sebuah tim solid dan konsisten.
rasanya seperti di negri dongeng kisah sang juara baru premier league ini.
sekali lagi selamat dan semoga musim depan masih bisa bersaing kembali memberi hiburan dan warna bagi sepak bola dunia .
from zero to hero? they are is Leicester City !!
Congratulation the Champion Premier League 2015/2016.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar